Tidak Terbukti, Laporan Pencemaran Nama Baik Pembangunan Eks RM Dego-Dego Dihentikan Penyidik Polresta Manado

oleh -643 views
Foto Ist : Pengacara Youfri Clift Pitoy, SH.

MANADO – Laporan pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh Meiky Taliwuna di Polresta Manado, terkait pembangunan eks Rumah Makan (RM) Dego-Dego yang terletak di Jalan Wakeke, Kelurahan Wenang Utara, yang belum mengantongi Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), dihentikan oleh penyidik Polresta Manado karena tidak cukup bukti.

Meiky Taliwuna (MT), melaporkan advokat, Clift Pitoy, SH, pengacara dari warga tetangga yang mengkomplen pembangunan eks RM Dego-Dego yang diklaim milik keluarga pelapor MT.

Selain Clift Pitoy, pelapor Meiky Taliwuna juga menyeret tiga orang wartawan media online lokal, yang dituduh melanggar UU ITE terkait tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau dapat diaksesnya informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan atau pencemaran nama baik.

Karena tidak mencukupi bukti, Polresta Manado akhirnya mengeluarkan surat No. B/1592/VII/2021/RESKRIM/RESTA Mdo tertanggal 19 Juli 2021 perihal SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan) perkara.

Menurut Advokat Clift Pitoy SH, dalam SP2HP ditandatangani Kasat Reskrim Polresta Manado, AKP Taufiq Arifin, menyatakan, pengaduan yang dituduhkan Meiky dalam laporannya kepadanya dan 3 wartawan media online lokal tidak terbukti. Penyidik tidak menemukan peristiwa pidana berdasarkan hasil penyelidikan selama ini.

” Informasi yang diterima dari penyidik Polresta Manado. SP2HP itu sudah diserahkan kepada pelapor Bapak Meiky Taliwuna. Ini setelah kami melakukan koordinasi dengan Kabag Wasidik Polda Sulut, sekarang ini hasil tindaklanjutnya” terang Clift Pitoy kepada wartawan, Rabu (28/07/2021).

Ketika ditanya wartawan, setelah tidak terbukti adanya tindak pidana dalam laporan Meiky Taliwuna. Apakah para terlapor akan melaporkan balik ?, Advokat Clift Pitoy mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dulu dengan beberapa awak media selaku terlapor apa langkah selanjutnya.

“Intinya laporan pelapor (Meiky Taliwuna-red) sudah dihentikan oleh penyidik, karena tidak cukup bukti dan tidak ditemukan peristiwa pidana,” pungkas Clift Pitoy.

Diketahui, kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap pelapor Meiky Taliwuna, mulai bergulir sejak diterbitkan Surat Perintah Penyelidikan, Nomor: SP. Lidik/ 1132 / VIII / 2020 / Reskrim, yang menyeret seorang advokat dan Tiga (3) wartawan media online lokal pada Agutus 2020 lalu. (albert)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *