Banyak Kosong Tak Ditinggali, Walikota AA Mintakan BPBD Verifikasi Kembali Nama Pemilik Rumah Relokasi di Pandu

oleh -260 views
Walikota Manado Andrei Angouw didampingi Wawali Richard Sualang saat memimpin Rapat Teknis Perumahan Relokasi Pandu

MANADO – Perumahan relokasi di Pandu bantuan Pemerintah pusat bagi warga manado yang rumahnya rusak parah, karena bencana alam banjir bandang yang terjadi pada awal tahun 2014 silam. Ternyata tidak dimanfaatkan oleh warga penerima bantuan rumah relokasi tersebut, justru lebih memilih tinggal di rumah lama yang berlokasi di tempat rawan banjir.

Ribuan rumah relokasi di Pandu banyak kosong dan tidak ditinggali oleh pemiliknya, terungkap dalam rapat teknis yang dipimpin oleh Walikota Andrei Angouw dan Wawali Richard Sualang (AA-RS) dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado, Selasa (27/07/2021).
Walikota Andrei Angouw harapkan perumahan relokasi di Pandu dimanfaatkan sebagaimana mestinya oleh warga yang terdata mendapatkan rumah relokasi. Agar tempat asal mereka (warga penerima rumah relokasi) akan ditertibkan oleh Pemkot manado.

“Rumah relokasi harus diopname (Rawat-red), agar mereka yang direlokasi nyaman tinggal di Pandu,” kata Walikota Andrei Angouw.

Sementara Kepala BPBD Manado Peter Eman, dalam rapat itu melaporkan terkait apa yang telah mereka lakukan saat ini. Namun kendalanya mengundang kelompok-kelompok penerima bantuan terutama untuk verifikasi di lapangan. Data bulan Juli 2021, unit-unit rumah relokasi di Pandu ditinggali oleh bukan pemiliknya. Berbagai alasan yang diterima, sudah dibeli mereka, disewa, ada yang mangatakan hanya menjaga rumah dan lain sebagainya.

Camat Bunaken Boyke Pandean, menyampaikan bahwa secara administrasi kependudukan banyak yang belum pindah di Pandu. Sementara Lurah setempat mengatakan, bahwa kenyataannya lokasi perumahan relokasi Pandu sering sunyi dikarenakan pemilik rumah hanya datang dan pergi karena tidak menetap.

“Situasi ini membuat kecemburuan sosial bagi warga asli Pandu. Terutama mereka yang belum memiliki rumah layak tinggal, karena melihat rumah relokasi yang kosong dan tidak ditinggali”ujar Lurah Pandu.

Menanggapi apa yang disampaikan BPBD, Camat Bunaken dan Lurah Pandu, Walikota berharap agar ada sosialisasi kepada mereka agar dapat memanfaatkan lokasi itu sebagaimana mestinya. Serta meminta BPBD  untuk melakukan verifikasi kembali nama-nama pemilik rumah relokasi di Pandu.

“Nama-namanya (Pemilik) harus diverifikasi lagi, terutama soal kepemilikan rumahnya termasuk tempat lamanya dimana,” tegas Walikota Andrei Angouw.

Walikota Andrei Angouw juga mempertanyakan terkait legalitas dan keabsahan kepemilikan sertifikat tanah yang merupakan tanah milik Pemerintah Provinsi. Hal itu pun dijelaskan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Manado, Micler C.S Lakat.SH.MH.(*/rml)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *