Ikut FGD Dengan BNN, Walikota AA : Hukuman Yang Tegas Berikan Efek jera Bagi Pengedar dan Pemakai Narkoba

oleh -175 views
Walikota Manado Andrei Angouw, didampingi Asisten I Pemerintah Kota (Pemkot) Manado Heri Saptono, Kepala Kesbangpol Manado,Meiske Conny Lantu saat mengikuti FGD dengan BNN

MANADO – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Badan Narkotika Nasional (BNN), menggelar Focus Group Discussion (FGD) melalui Video Converence (Vidcon), Kamis (15/07/2021).

FGD berkaitan dengan Visitasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XII Tahun 2021 di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Dikuti oleh Walikota Manado Andrei Angouw, didampingi Asisten I Pemerintah Kota (Pemkot) Manado Heri Saptono, Kepala Kesbangpol Manado,Meiske Conny Lantu dan melalui daring/vidcon yakni BNN Manado serta Lurah Karombasan.

Kegiatan FGD tersebut diawali dengan penyampaian-penyampaian dari tim pelaksana. Juga beberapa gambaran baik dari fasilitator, widyaiswara pendamping, tim advance baik dari BNNP, Mabes Polri, Pihak Rumah Sakit dan unsur terkait lainnya.

Walikota manado pada kesempatan itu menyampaikan pandangan dalam konsep pikirannya, terkait bagaimana mengantisipasi, menangkal persoalan Narkoba di Kota Manado. Ia pun menyampaikan peran pemerintah kota manado untuk memberantas Narkoba, dengan dibentuknya Tim terpadu Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Menurut Walikota AA, jika hukuman terlalu ringan diberikan kepada pengedar dan pemakai narkoba, tidak akan memberikan efek jera dan mereka akan terus melakukan perdagangan dan penyebaran Narkoba.

“Soal aturan kita memang harus tegas, supaya menciptakan efek jera kepada siapapun yang terlibat dalam peredaran Narkoba termasuk pemakainya,” tukas Walikota AA.

Angouw juga menyentil terkait anggaran yang menjadi terbatas karena harus direfocusing, demi penanganan pandemi covid yang sedang meningkat saat ini. Namun Walikota mengatakan, akan menata anggarannya di Perubahan APBD Tahun 2021.

Adapun pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan kepada Walikota Andrei Angouw dalam FGD tersebut. Terkait pertanyaan-pertanyaan itu, Walikota memberi gambaran proses peredaran Narkoba ditengah masyarakat.

“Kewaspadaan dini harus dimulai dari tingkat keluarga, lingkungan sekitar hingga ke tingkat kelurahan,” kata Walikota.

Baginya, kelurahan merupakan garda terdepan antisipasi penyebaran narkoba dari sisi pemerintahan. Karena pemerintah kelurahan berada pada tingkat basis yang berinteraksi secara langsung dengan masyarakat.

“ Kepala-kepala lingkungan di semua kelurahan akan diberdayakan. Semua harus bersinergi dalam memerangi bahaya Narkoba. Tetapi, sekali lagi semua akan dimulai dari lingkungan keluarga,”ungkap Walikota Andrei Angouw.(*/rml)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *