Rakor Penataan Aset Kawasan TNB, Walikota  AA : Segala Sesuatu Harus Dipertimbangkan Bersama Untuk Menyikapi Masalahnya

oleh -249 views
Rakor Penataan Aset Kawasan TNB, Walikota  AA : Segala Sesuatu Harus Dipertimbangkan Bersama Untuk Menyikapi Masalahnya

MANADO – Rapat Koordinasi (Rakor) Penataan Aset di Kawasan Taman Nasional Bunaken (TNB), dipimpin Walikota Andrei Angouw (AA) dan Wakil Walikota manado Richard Sualang (RS), bertempat di Ruang Tolu Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, Rabu (30/06/2021).

Diketahui, kegiatan tersebut untuk menindaklanjuti rapat sebelumnya di Bunaken waktu lalu, membahas soal Hutan Lindung dan aset-aset Pemkot  manado di sana.

Dalam rapat yang dihadiri Sekretaris Manado Micler Lakat, Wakil Ketua DPRD Manado, Audrey Laikun, Kepala Balai Pemantapan Pengawasan Hutan, Kepala Balai Taman Nasìonal Bunaken, Kepala BPN Kota Manado, Camat Bunaken Kepulauan, Para Lurah di Bunaken kepulauan.

Terungkap, bahwa berdasarkan data tanah dan aset Pemkot di Bunaken banyak yang belum ada sertifikat. Serta besaran nilai harga perolehannya sebanyak 16 lokasi dengan nilai total 1 M, 13 jutaan lebih.

Walikota Andrei Angouw dalam kesempatan itu menyampaikan beberapa hal sehubungan dengan Taman Nasional Bunaken dan aset-aset pemkot disana. Termasuk kewenangan yang dimiliki Dinas Kehutanan dan BPN ikut disinggung Walikota.

“Segala sesuatu harus dipertimbangkan secara bersama dalam menyikapi masalahnya. Demikian juga soal telah keluarnya sertifikat-sertifikat. Semangatnya adalah mencari jalan keluar agar semua clear termasuk juga memperhatikan kondisional masyarakatnya disana,” kata Walikota Andrei Angouw.

Dalam sesi dialog bersama peserta rapat, pihak  Balai Pengawasan Hutan menyampaikan sejarah tanah dan tata batas di Bunaken dan Manado Tua, akan melihat beberapa aspek, antara lain  Aset pemerintah, Sertifikat-sertifikat masyarakat yang dikeluarkan oleh BPN dan Aset Penggunaan Lain (APL).

Menanggapi hal itu, Walikota Andrei Angouw menyampaikan bahwa yang menjadi fokus adalah soal tata batas.

“Setelah tata batas, kita akan petakan sertifikat-sertifikat yang sudah keluar, tapi kita fokus dulu soal tata batas,” kata Walikota Angouw.

Walikota berharap agar kedepannya masyarakat di Bunaken dan Manado Tua bisa mendapat sertifikat tanah gratis dari Pemerintah.

“ Asalkan masalah hutan lindung dan tata batas sudah jelas”pungkas Walikota Andrei Angouw.(*/rml)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *