Teken MoU Dengan BP2MI, Angouw : Kerjasama Ini Sangat Baik Dorong Perekonomian di Kota Manado

oleh -159 views
Prosesi acara penandatanganan MoU antara BP2MI dengan Pemkot Manado (foto:ist)

MANADO – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado dalam hal ini Walikota Andrei Angouw didampingi Wakil Walikota (Wawali) Richard Sualang, melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, Selasa (22/06/2021).

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tentang Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia tersebut digelar di Gedung Serba Guna Kantor Walikota Manado.

Walikota Andrei Angouw pada kesempatan itu menyampaikan rasa terima kasih atas kerjasama tersebut dan berharap akan ditinjaklanjuti setelah penandatangan MoU.

“Program kerjasama ini sangat baik dan akan dikawal supaya dapat mendorong perekonomian di Kota Manado. Ekonomi harus jalan yakni; Investasi harus jalan, ekspor harus jalan dan konsumsi harus jalan,” kata Angouw.

Andrei menyebut, tujuan mengirim pekerja migran dari Manado bukan untuk menjadi pekerja rumah tangga (PRT) melainkan pekerja yang skilled worker.

“Kita nanti bukan mengirim pembantu rumah tangga tapi pekerja yang punya skill worker, punya keterampilan, yang punya etos kerja agar keterampilan mereka tetap terasah saat bekerja di luar negeri nanti,” kata wali kota.

Lanjutnya mengatakan, nantinya para Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Manado yang bekerja di luar negeri juga dapat membantu perekonomian di Kota Manado.

“Nanti mereka ini akan mengirimkan uang ke keluarga mereka dan uang tersebut akan berputar di Kota Manado sehingga dapat membantu perputaran ekonomi. Selain itu, keterampilan yang mereka dapat dari luar negeri dapat dimanfaatkan untuk kemajuan Kota Manado,”tuturnya.

Sementara, Kepala BP2MI Benny Rhamdani dalam sambutannya menjelaskan tentang Tupoksi dan kerja-kerja BP2MI selama ini. Juga diuraikan gambaran umum serta posisi dan kondisi Pekerja Migran Indonesia yang bekerja dan tersebar di 150 negara. Demikian halnya dengan aturan-aturan terbaru yang melandasi pekerja Migran yang dulunya dikenal sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) diluar negeri.

“Pekerja migran ini merupakan penghasil devisa kedua terbesar bagi negara sesudah sektor BUMN, ” jelas Rhamdani.

Rhamdani juga ikut membeberkan data-data pekerja migran yang sedang bekerja diluar yang kurang lebih 9 jutaan berdasarkan data Badan Dunia atau sekitar 6 jutaan lebih yang resmi berdasarkan data BP2MI.

“Pekerja dari Sulawesi Utara sendiri yang bekerja diluar negeri kurang lebih 3 ribuan dan terbanyak bekerja di Amerika Serikat dan Jepang,” beber Rhamdani.

Hadir dalam acara ini Dua Deputi BP2MI dan 7 direktur, Sekot Kota Manado, Kepala UPT BP2MI Sulut, Ketua DPRD Kota Manado, Pejabat Eselon Pemerintah Kota Manado, Forkopimda Kota Manado, pimpinan BNI, BPJS Ketenagakerjaan dan undangan lainnya.(*/rml)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *