Ditata Selama Sebulan, Porawouw : Puji Tuhan Hari Ini Lahan 2 Hektar di TPA Sumompo Bisa Difungsikan

oleh -383 views
Lahan Kosong 2 Hektar Sudah di Fungsikan, Nampak Truck Sampah Saat Melakukan Proses Pembuangan

MANADO – Hanya dalam kurun waktu satu bulan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado Melalui Dinas Lingkungn Hidup (DLH) mampu berinovasi dan menyulap Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sumompo, menjadi lebih tertata dan bisa dioptimalkan kembali untuk menampung sampah di Kota Manado beberapa tahun kedepan.

Plt Kepala Dinas DLH Kota Manado, Franky Porawouw dengan program Manajemen Penataan TPA, akhirnya pentaan TPA Sumompo bisa dilaksanakan.

“Puji Tuhan hari ini, seperti yang kita lihat sekarang, titik pembuangan lahan kosong di TPA Sumompo bisa dioperasikan. Akses jalan yang dilalui oleh angkutan truck sudah tidak ada antrian yang menyebabkan kemacetan”ujar Porawouw,  saat diwawancarai wartawan media ini, Kamis (10/06/2021) bertempat dilokasi TPA Sumompo.

Di Tangan AA-RS  Kota Manado Tidak Akan Pernah Mengalami Darurat Sampah

Dikatakannya, dengan alat berat berjumlah 6 buah kami bekerja menata kembali TPA yakni mengangkat sampah yang menutupi jalan masuk TPA untuk membuka akses masuk kendaraan pengangkut sampah.

“Saat ini, TPA Sumompo masih bisa menampung sampah hingga 5 tahun kedepan. Dengan volume sampah  400-500 ton perhari dan bisa naik hingga 700-800 ton pada hari raya”terangnya.

Lanjut Porawouw, program manajemen penataan TPA Sumompo adalah mengoptimalkan lahan yang ada dengan luas 13 hektare, kini sudah terisi sampah sekitar 11 hektare, jadi masih sekitar 2 hektare lahan yang tersisa.

“ Dalam penataan TPA Sumompo, selain menciptakan titik pembuangan baru, DLH bekerjasama dengan Dinas Kebakaran (Damkar) Kota Manado melakukan penyiraman bahan menghilangkan bau di tumpukan sampah, sekaligus menyuburkan tanah untuk menumbuhkan pohon dan rumput yang ada di tumpukan sampah,” tutur Franky

Diharapkan Porawouw, dua bulan kedepan kita akan melihat tumpukan sampah berubah menjadi bukit berwarna hijau dan bakal menjadikan titik pembuangan sampah lama menjadi lahan terbuka hijau,” ungkap Franky Porawouw. (Albert)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *