Usaha Hotel dan Restoran Jadi “Primadona” PAD Kota Manado

oleh -191 views
Walikota Manado Andrei Angouw saat memimpin Rapat pembahasan realisasi pajak dan PAD

MANADO – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado dibawah kepemimpinan Walikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota (Wawali) Manado Richard Sualang (AA-RS), terus memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari pembayaran pajak para investor atau pelaku usaha yang berinvestasi di Ibu Kota Provinsi sulawesi utara (Sulut).

Pembayaran pajak dari usaha Hotel dan Restoran masih menjadi “Primadona” andalan di kota manado sebagai penyumbang PAD.

Hal itu terungkap dalam rapat pembahasan terkait realisasi pajak dan PAD, yang dipimpin langsung Walikota Manado Andrei Angouw didampingi Sekretaris daerah (Sekda) Micler Lakat, bersama Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Manado Harke Tulenan serta beberapa pejabat terkait, Jumat (28/05/2021).

Dalam rapat itu, Wali Kota Andrei Angouw, meminta pejelasan terkait realisasi pajak sebagai sumber PAD dan apa saja kendala yang dhadapi. Karena dari data yang ada, sejumlah usaha Hotel dan restoran belum membayar Pajak.

“Ada bulan-bulan tertentu yang masih bolong (Pajak belum dibayar-red) atau belum sempat membayar Pajak ? ” ujar Waikota Andrei Angouw mempertanyakan.

Ikut di bahas juga dalam rapat itu, terkait Pajak Bumi dan Bangunan  (PBB) serta Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) baik NJOP Bumi dan NJOP Bangunan, termasuk  zona nilai tanah, di Boulevard II, Ringroad dan Perumahan untuk pengenaan pajak.

Walikota Andrei Angouw menegaskan, untuk meningkatkan PAD kota manado, harus ada kiat-kiat atau terobosan yang dilakukan.

“Karena pajak yang dibayarkan masyarakat, akan dikembalikan juga kepada masyarakat dalam bentuk program-program pembangunan infrastruktur yang baik. Itu semua untuk kepentingan dan kesejahteraan warga kota manado sendiri. ”pungkas Walikota Andrei Angouw.(rml)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *