Sosialisasi Pembangunan Perum Griya Sea Lestari 5 Ricuh, Warga Menilai Pemkab Minahasa Kurang Tegas

oleh -977 views
Sosilisasi yang diikuti masyarakat sea dan pengembang dilaksanakan oleh Pemkab Minahasa di balai desa sea

MINAHASA – Sosialisasi keenam yang digelar di Balai desa Sea, dipimpin Asisten II mewakili Pemkab Minahasa,Wenny Talumewo, untuk menjelaskan, bahwa Perumahan (Perum) Subsidi Griya Sea Lestari 5, telah memiliki izin sesuai mekanisme dan peraturan yang ada,Senin (24/05/2021).

Diketahui sebelumnya,terkait perizinan itu telah diperlihatkan dan dijelaskan oleh Pemerintah dan DPRD Minahasa pada saat melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama masyarakat Pro dan Kontra serta dihadiri juga oleh pengembang. Dimana dalam RDP itu Pemkab dan DPRD Minahasa, telah menjelaskan bahwa izin perumahan telah dikeluarkan berdasarkan berbagai kajian dan mengikuti mekanisme yang jelas.

Sosialisasi yang dihadiri pengembang dan masyarakat sekitar Perum Griya Sea Lestari, awalnya berjalan aman dan lancar.

Namun ditengah jalannya kegiatan tersebut ada berbagai pernyataan dilontarkan masyarakat yang diduga mengada – ada, memicu suasana  sosialisasi menjadi sedikit memanas.

Dimana salah satu oknum masyarakat yang menolak pembangunan  perumahan, meminta dokumen perizinan yang telah diterbitkan Pemkab Minahasa kepada pengembang untuk segera ditunjukan.

Disaat Hukum Tua Desa Sea, James Royke Sangian memberikan penjelasan dalam sosialisasi keenam kali dilakukan itu, oknum warga Desa Sea berinisial MP seakan mengganggu dan memotong penjelasan yang disampaikan oleh Hukum Tua Royke Sangian.

Melihat sikap MP, seorang kepala lingkungan bernama Jefry melerai dan meminta MP untuk mundur serta tidak mengganggu penjelasan yang diberikan Hukum Tua. Oknum MP tidak menerima apa yang disarankan Jefry dan membuat suasana sosilisasi di Balai Desa menjadi ricuh dan menyebabkan kegiatan sosialisasi terhenti.

Balai Desa pun dipenuhi puluhan warga Desa Sea baik yang menerima maupun menolak pembangunan perumahan.

Sementara Hendro warga Desa Sea mengatakan bahwa seharusnya kegiatan sosialisasi seperti ini tidak perlu lagi dilakukan. Ia pun menjelaskan, sebenarnya masyarakat sebetulnya telah mengetahui terkait perizinan pembangunan Perum Griya Sea Lestari 5. Sudah satu bulan lebih pembahasan izin itu oleh warga meski dari mulut ke mulut.

“Sebetulnya masyarakat sudah tahu kalau pembangunan perumahan itu sudah memiliki izin. Pemkab Minahasa seharusnya lebih jeli dan tidak perlu lagi lakukan sosialisasi. Ambil saja tindakan tegas bagi mereka yang diduga tidak mau menerima pembangunan perumahan itu dan  segera diproses sesuai Undang – Undang dan Peraturan yang berlaku,“ tegasnya.

Senada dikatakan Linda, Warga Sea Jaga 1, sangat menyayangkan sikap Pemerintah Kabupaten terkesankurang tegas. Pemkab harus tegas, jangan hanya mengurus mereka yang menolak perumahan. Perhatikan juga masyarakat yang mendukung pembangunan perumahan itu.

“ Kami ini juga masyarakat. Kalau datang hanya memberikan penjelasan terus menerus kepada mereka yang menolak terus bagaimana dengan nasib kami?. Banyak yang bekerja di PT BML. Kalau pembangunan masih terhenti, bagaimana dengan kehidupan kami?. Tegakan keadilan dan tolong ambil tindakan tegas dan mohon jangan sosialisasi terus. Pemkab jangan kalah dengan mereka. Jangan takut. Nanti kami akan ke Bupati,” cetusnya.

Diketahui bahwa sampai saat ini kurang lebih sudah enam kali Pemerintah Kabupaten Minahasa melakukan pembahasan dan sosialisasi terkait izin perumahan dengan masyarakat Desa Sea, namun permasalahan juga belum selesai karena penolakan sekelompok oknum masyarakat terus terjadi. (albert)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *