Segera Dilimpahkan ke Kejari, Polres Minsel Tuntaskan Kasus “Bullying” Siswi SMP

oleh -75 views
Kasat Reskrim Polres Minsel, AKP Rio Gumara SIK
Kasat Reskrim Polres Minsel, AKP Rio Gumara SIK

AMURANG – Kasus “Bullying” anak di bawah umur siswi SMP, yang ditangani Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Minahasa Selatan (Minsel), segera dilimpahkan  ke pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Minsel.

Hal tersebut menyusul ditetapkannya 6 (enam) orang tersangka masing-masing berinisial PJ alias Pingkan (19), YJ alias Yudea (16), SM alias Syeren (16), RS alias Reva (16), NM alias Nadiva dan RE alias Rinsly (17).

Para tersangka merupakan warga Kecamatan Amurang, Kecamatan Amurang Timur dan Kecamatan Tenga, Kabupaten Minsel.

Sebagaimana diketahui peristiwa bullying yang berujung pada aksi perkelahian siswi SMP terjadi pada awal tahun 2019 lalu di Desa Lopana, Kecamatan Amurang Timur, Kabupaten Minahasa Selatan. Dimana keenam tersangka mengeroyok korban, KM alias Milani  (16). Video pengeroyokan tersebut pun sempat viral di media sosial.

Akibat dari tindakan kekerasan ini korban, Milani (KM) warga Desa Lopana, Kecamatan Amurang Timur, mengalami luka dan sempat menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Kasat Reskrim Polres Minsel AKP Rio Gumara, SIK,menjelaskan, saat kejadian, para tersangka dan korban berstatus siswi sekolah menengah. Kasus pengeroyokan ini terjadi disebabkan selisih paham chatting Facebook.

“Kasus ini pernah diupayakan diversi atau penyelesaian perkara di luar peradilan pidana dari pihak Bapas. Namun pihak keluarga korban meminta untuk tetap dilanjutkan dalam proses hukum,” terang Kasat Reskrim Polres Minsel AKP Rio Gumara, SIK, saat ditemui di ruang kerjanya pada Selasa siang (09/03/2021).

Lanjut dijelaskan Kasat Reskrim, bahwa pihaknya telah menyelesaikan berkas perkara dan akan secepatnya melimpahkan ke pihak Kejaksaan Negeri.

“Berkas perkaranya sudah P21, lengkap. Kendalanya untuk para tersangka saat ini belum lengkap, dimana yang satu orang lagi masih berada di luar daerah, namun yang bersangkutan akan segera kami jemput untuk secepatnya ditahap dua-kan ke Kejaksaan,” tambah Kasat Reskrim.

Kepada para tersangka dikenakan pasal 80 ayat 1 jo psl 76c UU nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Sementara itu, Kapolres Minsel AKBP S. Norman Sitindaon, SIK; mengungkapkan bahwa pihaknya sangat menaruh atensi atas kasus kekerasan anak ini.

“Secepatnya akan kami limpahkan ke pihak Kejaksaan,” ujar Kapolres.(dotu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *