Menolak Pelaksanaan SMSI 2021, Gerakan Peduli GMIM Terbitkan Petisi

oleh -136 views
Petisi Gerakan Peduli GMIM Tolak Pelaksanaan SMSI Tahun 2021 Untuk Perubahan Tata Gereja Tahun 2016
Petisi Gerakan Peduli GMIM Tolak Pelaksanaan SMSI Tahun 2021 Untuk Perubahan Tata Gereja Tahun 2016

MANADO – Pelaksanaan Sidang Majelis Sinode Istimewah (SMSI) yang direncanakan digelar pada tanggal (30-31) Maret Tahun 2021, mendapat penolakan dari para pelayan khusus Pendeta,Penatua,Syamas bahkan anggota jemaat Gereja Masehi Injili Minahasa (GMIM) karena dinilai cacat hukum.

Alasan penolakan pelaksanaan SMSI untuk perubahan tata gereja tahun 2016 tersebut. Diterbitkan dalam sebuah petisi yang ditujukan kepada BPMS GMIM, MPH PGI, Gubernur Sulut, Pangdam XIII Merdeka, Kapolda Sulut, Ketua DPRD Sulut, Kejati Sulut, anggota Majelis Sinode pada sidang majelis sinode tahunan, Sinode AM, Kapolnas serta seluruh pelayan khusus se GMIM dan PGI.

Berikut 4 alasan penolakan pelaksanaan SMSI 2021 untuk perubahan tata gereja tahun 2016, yang dituangkan dalam sebuah petisi :

1). GPG mendesak agar BPMS GMIM membatalkan rencana pelaksanaan SMSI (Sidang Majelis Sinode GMIM) tahun 2021.

2). GPG mendesak kepada BPMS GMIM untuk tetap melaksanakan keputusan SMS (Sidang Majelis Sinode) ke-79 yang dilaksanakan di Grand Kawanua Kaiwatu tahun 2018 lalu, untuk menyiapkan revisi tata gereja yang nantinya akan ditetapkan pada tahun 2026 mendatang

3). Pelaksanaan tata gereja yaitu tata dasar dan peraturan pelaksanaannya harus dilaksanakan secara murni dan konsisten, demi terciptanya keteraturan dalam kehidupan bergereja.

4). GPG meminta kepada Gubernur Sulut Olly Dondokambey, SE dan Kepala Kepolisia Daerah (Kapolda) Sulut serta aparat terkait lainnya untuk tidak memberikan ijin penyelenggaraaan SMSI (Sidang Majelis Sinode istimewa) tahun 2021, karena sangat kontra-produktif dengan himbauan Presiden RI Joko Widodo yang secara intens dan masif terus mengsosialisasikan bahaya covid-19 di seluruh wilayah Indonesia.

Pendeta (Pdt) Ricky Pitoy salah satu inisiator GPG menegaskan penolakan agenda pelaksanaan SMSI untuk rencana perubahan tata Gereja GMIM tahun 2016.

“Ini sudah melanggar konstitusi tata gereja GMIM dan ini sangat menyesatkan. Kenaoa aturan yang dibuat kemudian dilanggar”tegas Pdt Ricky Pitoy dalam konferensi pers launching petisi menolak pelaksanaan SMSI untuk perubahan tata gereja Tajun 2016, Senin,(22/02/2021), bertempat di Warong Kobong Jalan Pumorow Manado.

Lanjutnya, jikalau akan dilakukan  oleh pihak BPMS GMIM, maka yang dibuat hanya usulan berupa draf untuk perubahan tata gereja GMIM.

“ Dan usulan berupa draft itu yang nantinya ditindaklanjuti pada tahun 2026, sesuai hasil keputusan SMSI ke-79 di Grand Kawanua Hotel daerah Kayuwatu, kecamatan Mapanget pada tahun 2018 lalu,” beber Pdt. Ricky.

Dengan berbagai pertimbangan yang dituangkan dalam petisi. GPG berharap dukungan dari seluruh elemen di lingkup GMIM untuk tetap mempertahankan tata gereja 2016 yang ada. Serta menolak habis-habisan rencana pelaksanaan SMSI GMIM pada bulan Maret mendatang. (albert)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *