https://portalsulutnews.com

Akurat & Terkini

Andrian Tapada Ungkap Penyebab Kekalahan Golkar di Pilgub Sulut 2020

Last Updated on 14 Januari 2021 by Romel

Adrian Tapada

POLITIK,portalsulutnews.com-Helatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), 09 Desember 2020, merupakan salah satu pertarungan strategi Partai Politik (Parpol) pengusung Calon Gubernur (Cagub) dan Wakil Gubernur (Wagub) Sulut.

Untuk memenangkan Pilgub Sulut butuh infrastruktur dan management partai yang kokoh hingga ke tingkat kepengurusan Kabupaten/Kota, anak cabang maupun pengurus ranting-ranting parpol.

Hal itu pun dibuktikan Parpol PDI Perjuangan yang mengusung Cagub Olly Dondokambey dan Cawagub Sulut Steven Kandouw. Menumbangkan Cagub Sulut yang diusung oleh Partai Golkar, Christiany E Paruntu (CEP) yang notabene Ketua DPD I Golkar Sulut.

Mantan Wakil Bendahara DPD I Golkar Sulut, Adrian Tapada, mengungkapkan, Kekalahan Partai Golkar di Pilkada Sulut 9 Desember 2020. Itu karena ketidakmampuan CEP selaku Ketua DPD I Partai Golkar Sulut.

“Harus diakui, golkar Sulut tikang kepala dan turun gunung dalam Pilgub Sulut lalu, karena ketidak mampuan CEP selaku Ketua DPD I Golkar Sulut menakhodai partai Golkar”ujar Tapada kepada wartawan media ini, Kamis (14/01/2021).

Dikatakan Tapada, hal itu terlihat sejak awal kepemimpinan CEP di Pilkada 2018 lalu. CEP tidak serius mendukung Calon Bupati (Cabup) yang diusung oleh Partai Golkar.

“Contoh kecil seperti di dua Kabupaten yang menyelenggarakkan Pilkada, Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) dan Minahasa Induk. Kedua daerah ini dibiarkan dan tidak pernah turun kampanye” beber Tapada.

Begitu juga di Kabupaten  Minahasa Tenggara (Mitra). Saat itu Almarhum Ibu Telly Tjnggulung tidak terakomodir sebagai Cabup meski Ibu Telly Tjanggulung sudah dapat  rekomendasi untuk maju sebagai Cabup di Mitra.

“Tapi buktinya ditolak oleh Ibu CEP. Sepertinya Pilkada 2018 ada unsur pembiaran Cabup dari Partai Golkar. Ibu Tetty Sendiri lebih lebih condong mendukung Cabub dari PDIP. Dengan harapan dapat dijadikan Cawagub oleh Ketua DPD PDIP Sulut. Bapak Olly Dondokambey di Pilgub 2020,” ungkap Adrian.

Lanjut Tapada, pada Pemilu 2019 lalu, dirinya (Tapada) mengakui sangat vokal mengkritisi kepemimpinan CEP, karena dalam melakukan sosialisasi tidak mengajak dan merangkul Senior-senior Partai Golkar untuk melakukan Konsolidasi.

“Ini menjadi hal yang nyata bahwa CEP tidak memaksimalkan fungsi dari Bappilu yang berdampak pada  hasil perolehan suara Golkar di Pemilu 2019 turun sangat signifikan. Begitu juga di Pilgub dan Pilkada 2020, Paslon di 6 kabupaten/kota di Sulut yang menggelar Pilkada dan diusung oleh Partai Golkar gagal semuanya”tandasnya.

Tapada menegaskan, tidak perlu panjang lebar. Kesimpulannya Ketua DPD I Partai Golkar Sulut, CEP Gagal Total memimpin Partai.

“Tidak ada jalan lain harus diadakan Musdalub. Kalau tidak, di Pemilu 2024 Golkar Sulut pasti dan akan lebih terpuruk lagi” pungkas Adrian Tapada.(Albert)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *