Perda Kepariwisataan Disosialisasikan, Protokol CHSE Bakal Diberlakukan Pada Event Manado Fiesta 2021

oleh -31 views
Perda Kepariwisataan Disosialisasikan, Protokol CHSE Bakal Diberlakukan Pada Event Manado Fiesta 2021
Perda Kepariwisataan Disosialisasikan, Protokol CHSE Bakal Diberlakukan Pada Event Manado Fiesta 2021

MANADO,portalsulutnews.com-Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) kota Manado, menggelar kegiatan sosialisasi dua Peraturan Daerah (Perda) sekaligus. Diantaranya Perda kota Manado tentang kepariwisataan yaitu Perda Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPPARDA) dan Perda Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Manado Fiesta.

Sosialisasi yang dihadiri oleh para pelaku usaha pariwisata dan instansi terkait itu digelar di salah satu hotel di Kelurahan Bahu, Senin (14/12/2020).

Kepala Dispar Kota Manado Lenda Pelealu menyebut, dua perda tentang kepariwisataan tersebut harus terus terus disosialisasikan karena masih banyak pelaku pariwisata maupun masyarakat yang tahu.

“Dua Perda ini banyak yang belum tahu, karena itu sosialisasi harus terus dilakukan supaya masyarakat, khususnya para pelaku usaha pariwisata tahu,” ujar Lenda Pelealu saat mebuka kegiatan.

Sementara itu, Kabid Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan (PKK) di Dispar Manado Steven Runtuwene menjelaskan, langkah utama yang harus dilakukan dalam kerangka pengembangan sektor kepariwisataan daerah adalah menyusun RIPPARDA yang selanjutnya digunakan sebagai panduan dalam mengembangkan program pembangunan kepariwisataan secara menyeluruh, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.

Kemudian kata dia, Manado Fiesta (MF) tahun 2021 mendatang tetap akan digelar karena sudah tertuang dalam Perda.

“Hanya saja konsepnya tinggal menyesuaikan dengan situasi, apalagi kalau masih dalam suasana pandemi Covid-19. Namun panduannya sudah ada,” katanya.

Intinya, lanjut Runtuwene, kepariwisataan di Kota Manado harus bangkit, jalan, dan terus berbenah di tengah pandemi Covid-19, tentunya dengan menerapkan protokol CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment) yang sudah dikeluarkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

“Protokol CHSE ini ditujukan bagi semua pihak, mulai dari pengelola, pemilik, asosiasi, karyawan atau pemandu wisata, tamu atau pengunjung, kelompok masyarakat hingga pemerintah daerah,” tandas Runtuwene.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *